Menguji Kualitas mp3 dengan Spek

mp3

mp3 adalah salah satu format pengodean suara lossy dengan tingkat kompresi yang baik, sehingga ukuran berkas menjadi lebih kecil. Dengan menggunakan model psychoacoustic, mp3 mengurangi jumlah bit yang diperlukan untuk menghilangkan komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia (20kHz). Meskipun mp3 jauh lebih populer, ada format pengkodean lain yang memiliki tingkat kompresi yang lebih baik dibanding mp3, yaitu AAC. Sebagai buktinya, sebuah berkas audio AAC ber-bitrate 96kbps dapat memiliki kualitas yang setara dengan mp3 128kbps, dan ukurannya pun lebih kecil.

Terlepas dari hal itu, biasanya orang awam tidak akan mengetahui secara pasti perbedaan kualitas antara format dan bitrate masing-masing berkas audio, itu sebabnya mp3 masih jadi pilihan. Umumnya kita akan memilih berkas audio ber-bitrate yang tertinggi dengan asumsi semakin besar bitrate maka semakin baik kualitasnya. Tapi masalahnya adalah bagaimana anda mengetahui secara pasti bahwa bitrate tersebut sesuai dengan kualitas yang diberikan? Misalnya saja anda memiliki mp3 320kbps, tapi apa anda sudah yakin kalau itu adalah bitrate yang sebenarnya? bisa jadi berkas tersebut palsu atau hasil upscale dari bitrate yang lebih rendah, tapi dengan ukuran yang berlipatganda. Jika memang anda tidak keberatan dengan hal itu, maka tidak masalah, dan anda tidak perlu lagi meneruskan membaca artikel ini. Nah, bagi yang bermasalah, silahkan unduh program bernama Spek atau program sejenisnya seperti Adobe Audition, lalu simak keterangan berikut.

Cutoff
Yaitu sebuah lokasi dimana seperti terlihat sebuah garis lurus diantara frekuensi, umumnya garis ini akan terlihat sangat jelas, namun tidak jarang pula garis ini sangat kabur dan menyebar, sehingga bitrate sulit diidentifikasi.

Cutoff berkas mp3 bisa dibedakan sebagai berikut.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Seperti yang terlihat pada gambar,

  • Cutoff mp3 32kbps terlihat pada frekuensi 6kHz dan perlu diingat bahwa garis biru yang menunjang tersebut adalah jenis frekuensi yang terlalu tinggi, sehingga tidak dapat diturunkan ke frekuensi dibawahnya (6kHz), jadi garis ini tidak dapat dijadikan rujukan untuk keaslian bitrate.
  • Cutoff 64kbps pada 11kHz
  • Cutoff 96kbps pada 15kHz
  • Cutoff 128kbps pada 16kHz
  • Cutoff 192kbps pada 18.5kHz
  • Cutoff 224kbps pada ±19kHz
  • Cutoff 256kbps pada ±19kHz (lebih kuat dari 224kbps)
  • Cutoff 320kbps pada 20kHz

Setelah mengetahui letak masing-masing Cutoff, berikutnya adalah membandingkannya dengan berkas mp3 yang telah di-upscale ke bitrate yang lebih tinggi. Dalam contoh berikut, berkas mp3 128kbps telah di-upscale ke 320kbps, dan terlihat tidak adanya peningkatan Cutoff dari 16kHz ke 20kHz.

Ini menunjukkan bahwa peng-upscale-an sama sekali tidak memberi dampak positif pada berkas dan justru melipatgandakan ukuran berkas tersebut. Sama halnya dengan melakukan pembesaran pada gambar dengan resolusi kecil, yang mana gambar tersebut menjadi kabur dan kurang jelas. Ketika menemui berkas semacam ini, ada baiknya berkas tersebut di-encode ke mp3 128kbps agar ukurannya kembali sesuai.

Tips

Seperti yang sudah disebutkan di muka, pada perbandingannya dengan mp3, AAC dapat melakukan pengkodean lebih efisien, selain tetap menjaga kualitas, AAC juga memperkecil ukuran berkas meski dengan bitrate 500kbps sekalipun. Ini hanya bisa dicapai jika kita menggunakan AAC, karena mp3 secara maksimal hanya dapat mencapai 350kbps. Sebagai tambahan, berkas FLAC yang asli sama sekali tidak memiliki Cutoff, jika tidak demikian maka dapat dipastikan berkas tersebut juga merupakan hasil upscale. Berikut ini adalah perbandingan berkas FLAC yang telah di-encode ke m4a*.

*m4a adalah format yang dikembangkan dari AAC, yang mana dapat mendukung penulisan meta tag.

Terlihat bahwa keduanya hampir sama sekali tidak memiliki perbedaan pada berkas FLAC dengan 982kbps; 7.08 MB dengan m4a 388kbps; 2.81 MB. Jadi, saran saya yaitu ketika mengekstrak berkas audio dari CD atau sejenisnya, ada baiknya diformat ke FLAC, baru kemudian ke format m4a, dan demi mencapai efisiensi yang optimal, selalu pastikan kebenaran bitrate dari berkas audio yang kita miliki, khususnya jika memiliki bitrate yang tinggi.

5 thoughts on “Menguji Kualitas mp3 dengan Spek

  1. Itu ngonvert flac ke aac/m4a nya menggunakan sofware apa..?
    Dari beberapa software yg saya coba buat ngonvert flac ke m4a 512kbps selalu turun frekuensinya dan muncul cut off di 20.5khz…
    Exmple : dbpoweramp

    Suka

    1. Bisa pakai Einstalker’s AAC Encoder. Selain itu bisa juga pakai LameXP atau converter dari AIMP, tapi harus menginstal codec-nya secara manual.

      Encoder AAC ada dua, dari Nero dan Apple. Untuk hasil yang lebih maksimal coba pakai codec dari Apple.

      Coba cek juga berkas FLAC-nya di Spek, apakah benar itu lossless (tanpa cutoff)

      Suka

    1. Sama2. Kalau ada waktu, mungkin akan saya tambah lagi trik lain pakai AIMP/Audacity, caranya dengan menghilangkan vokalnya, apapun formatnya kalau setelah dihilangkan suara musiknya hancur atau ada noise, berarti berkas musik itu kualitasnya jelek.

      Suka

Ada yang ingin Anda sampaikan? (minimal sertakan nama Anda)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s