Macam-Macam Godaan Setan

Bahaya

Bahaya

Sebenarnya manusia sendirilah yang seringkali menjerumuskan dirinya dalam bahaya. Karena menyimpang dari petunjuk Allah, mereka membawa konsekuensi yang harus dibayar mahal dalam kehidupannya di dunia, dan kerugiannya dalam memperoleh ridha Allah, serta nikmat-Nya di akhirat.

Diantaranya bahaya yang akan menimpa diri manusia sendiri adalah seperti ketika dia membuka pintu penghubung dirinya dengan setan dan jin jahat hingga dapat menguasai dirinya. Jalan berbahaya tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

Lupa

Lupa

12. Lupa(ath-thâ’if)

Yaitu sejenis was-was yang gelap dan menyihir, seperti tiba-tiba saja hati anda ingin melakukan perbuatan buruk atau lupa jumlah raka’at ketika anda melakukan shalat. Allah SWT berfirman, Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa was-was(thâ’if) dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya(QS. Al-A’râf: 201)

Nafsu Syahwat

Nafsu Syahwat

11. Mengobarkan Nafsu Syahwat(al-istihwâ)

Yaitu pengaruh setan dalam diri manusia yang disitu setan mendorong manusia untuk memperturutkan nafsu dan syahwatnya. Allah SWT berfirman, Seperti orang yang telah disesatkan setan di bumi ini dalam keadaan bingung. Dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya ke jalan yang lurus(dengan mengatakan), “Marilah, ikuti kami”(QS. Al-An’âm: 71)

10. Turunnya Setan(at-tannazzul)

Yaitu sejenis kedatangan setan yang sangat luar biasa. Ini bisa terjadi pada seorang muslim atau kafir. Dalam nisbatnya dengan seorang kafir, hal itu sudah merupakan sesuatu yang biasa. Akan tetapi dalam hubungannya dengan seorang muslim, berarti hal itu terjadi saat dia lalai dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agamanya. Serta senag melakukan kebohongan dan kesesatan. Atau mengucapkan kalimat yang mendorong terjadinya kekafiran dan penentangan terhadap Allah sekaligus peraturan-Nya. Allah SWT berfirman, Maukah kamu sekalian Aku beri tahu tentang orang-orang yang kepada mereka setan-setan turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta dan orang yang banyak berdosa(QS. Asy-Syu’arâ: 221-222)

9. Hasutan(al-’uzz)

Biasanya atau sebagaimana yang difirmankan Allah, setan atau jin selalu menghasut orang kafir. Allah berfirman, Tidakkah kamu lihat bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka agar berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh(Qs. Maryam: 83). Karena itu hendaknya tidak ada diantara kita yang mengatakan, seperti yang diucapkan para ulama’ dan bukan oleh orang awam. Bahwa kekafiran itu tidak ada setannya. Sebab, diri mereka sendiri(orang kafir) sudah cukup untuk menyebabkan kekafirannya. Sama sekali tidak seperti itu, sebab nash di atas menegaskan bahwa setan pun menghasut orang kafir. Mereka(setan) mengobarkan rasa benci terhadap Islam dan kaum muslimin yang menghalalkan pelecehan dan mensucikan atau membolehkan penumpahan darah dan merempas harta mereka.

Was-Was

Was-Was

8. Was-Was(al-waswasah)

Yaitu pendamping(Qarîn) atau sahabat jahat manusia. Ia ada secara nyata pada manusia dan berusaha memperlihatkan kebatilan sebagait sesuatu yang indah. Kejahatan dan dosa, sebagai sesuatu yang menarik untuk dikerjakan. Biasanya, jika jin atau setan tidak memperoleh izin dari anda(sehingga anda mau melakukan kemaksiatan). Maka ia mendatangi pendamping jahat anda. Allah SWT berfirman, Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu(QS. Al-An’âm: 121)

7. Kesenangan Jin atau Setan(al-istimta’)

Yaitu sesuatu yang dijelaskan Allah SWT melalui firman-Nya, Dan(ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya, (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak(menyesatkan) manusia, lalu berkatalah kawan-kawan mereka, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat tinggalmu, dan kamu sekalian kekal di dalamya”(QS. Al-An’âm:128). Contoh paling baik untuk itu adalah tukang sihir yang mendatangkan setan dan jin. Sehingga disitu mereka saling mendapatkan kesenangan satu sama lain. Namun akibat buruknya tentu saja pada tukang sihir.

Sentuhan

Sentuhan

6. Sentuhan Setan(al-mass)

Yaitu bisikan setan sampai pada tingkat yang sangat berbahaya. Sebab umumnya ia berusaha untuk menguasai diri seseorang secara amat buruk. Misalnya, jin mengeram dalam rahim seorang wanita dan menyetubuhinya atau dia mengeram dalam perut atau dada seorang laki-laki. Tentang ini Allah SWT mengungkapkan dengan firman-Nya yang berbunyi, Orang-orang yang makan riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran(tekanan) penyakit gila(QS. Al-Baqarah: 275).

5. Kehadiran Jin atau Setan(al-hudhûr)

Yaitu hadirnya setan di rumah-rumah yang dapat menghilangkan berkah dan menyebabkan malaikat tidak mau datang. Umumnya, hal ini tidak terjadi kecuali dengan adanya perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah, semisal menggantungkan gambar makhluk hidup, meletakkan patung, memelihara anjing, minum khamr, menyelenggarakan pesta dansa, dan hal-hal sejenis itu yang lazimya dilakukan dibawah selubung modernisasi.Arc

4. Hembusan(an-nafts)

Yaitu syair atau ucapan kotor yang biasa digunakan oleh sastrawan untuk membangkitkan naluri dan bukan emosi(keindahan). Dengan syair tersebut mereka mengobarkan birahi dan bukan menonjolkan keindahan isi syair.

Tiupan

Tiupan

3. Tiupan(an-nafkh)

Yakni takabur, dan pongah, serta meyombongkan diri terhadap makhluk Allah lainnya. Ini merupakan pintu yang sangat mudah dimasuki setan-setan kuat. Nabi Muhammad SAW, sebagai mana diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Bahwa Nabi selau memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Ummu Salamah mengatakan, “Apabila Rasulullah SAW bangun malam, beliau selalu berdo’a, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan yang terkutuk: dari bisikan, hembusan dan tiupannya.’” Dalam riwayat yang lain para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan bisikan, hembusan, dan tiupan setanitu?” Nabi menjawab, “Yang dimaksud dengan bisikan adalah sesuatu yang mematikan, yang bisa menimpa seseorang. Sedangkan tiupannya adalah takabur, dan hembusannya adalah syair.”

Bisikan

Bisikan

2. Bisikan Setan(al-hamaz)

Yakni penguasaan setan atas diri manusia dengan membuatnya tidak sadar. Rasulullah SAW selalu memohon perlindungan kepada Allah darinya, seraya menjelaskan makna “godaan setan” tersebut dengan “Sesuatu yang mematikan yang dapat menimpa Anak Adam.”. Tepatnya kondisi kesurupan saat jin masuk ke dalam diri seseorang. Terhadap bahaya yang ini, Allah SWT memperingatkan dalam firman-Nya yang berbunyi, Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”(QS. Al-Mu’minûn: 97-98).

Godaan Setan

Godaan Setan

1. Godaan(an-nazgh)

Yakni was-was yang berbahaya, dan kadang mengantarkan seseorang pada keraguan, serta kerusakan akidah. Karena itu Allah SWT berfirman, Dan ketika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(QS. Al-A’râf: 200)

ソース = Buku Dialog Dengan Jin Muslim

About these ads

コメントを記入してください

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s