Fakta Dibalik Anggapan Menghadirkan Arwah

Arwah

Artikel ini berhubungan dengan jin pendamping(Qarin) yang pernah disebutkan pada artikel sebelumnya. Sebenarnya jin pendamping tidak dapat memperlihatkan diri dalam bentuk manusia, baik sosok maupun penampilannya. Akan tetapi dengan mudah(karena sangat lama bergaul dengan orang itu), jin pendamping seperti itu dapat dihadirkan oleh seseorang untuk menampakkan diri dalam bentuk seseorang, menirukan suaranya, lalu mengaku sebagai rohnya yang datang dari alam barzakh untuk memenuhi panggilan orang yang memanggilnya itu, dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Alam barzakh adalah alam pendahuluan menuju surga atau neraka. Rasulullah SAW mengatakan, “Kubur, bisa jadi merupakan taman dari taman-taman surga dan bisa jadi pula merupakan lubang dari lubang-lubang neraka.”

Alam barzakh adalah alam ghaib yang manusia tidak mungkin melihatnya dan tidak mungkin pula dimasuki kecuali oleh mimpi orang saleh.

Syeikh Muhammad Al-Ghazali
Syeikh Muhammad Al-Ghazali

Syeikh Muhammad Al-Ghazali mengatakan, “Sebagaimana halnya dengan kaum Muslim lainnya, saya tahu bahwa roh orang yang berdosa itu dipenjara dalam tempat yang sangat keras dan kejam. Dia menerima berbagai penderitaan dalam berbagai macam penderitaan dan menunggu malaikat yang datang untuk menanyainya. Saya juga tahu bahwa arwah orang mukmin yang baik berada dalam kenikmatan ilahi dan bahwasanya mereka juga tahu bahwa mereka juga tahu apa yang dialami oleh keluarga serta kerabatnya. Mereka menanti kedatangan para malaikat yang akan mengantarkannya ke tempat yang lebih nyaman. Mereka tidak henti-hentinya mengucapkan tasbih dan tahmid, karena hal itu sudah mendarah-daging pada dirinya.”

Bukti yang sangat kuat tentang orang-orang pemanggil arwah, bahwa sebenarnya yang mereka panggil itu adalah jin. Berikut ini adalah kutipan perbincangan jin dengan dokter yang mendatangkannya:

Dokter: “Apakah engkau arwah orang asing dan dari mana asalmu?”

Roh: “Aku berasal dari tempat yang jauh sekali. Tetapi mengapa engkau memanggilku, sehingga menggangguku ketika aku sedang minum dan bersantai?”

Roh tersebut diperkirakan roh seorang pemuda bernama Paul Hopkins yang didatangkan melalui mediator seorang perempuan.

Dokter: “Engkau harus mengubah kebiasaan lamamu yang buruk.”

Roh: “Aku berada di tempat yang sangat jauh, aku haus sekali.”

Dokter: “Dari mana asalmu?”

Roh: “Berilah aku sesuatu. Tenggorokanku kering betul . . .”

Dokter: “Tidakkah engkau mengerti bahwa engkau telah kehilangan jasadmu dan kini engkau adalah roh? Apakah engkau mengerti apa yang ku bicarakan?”

Roh: “Tidak, aku tidak mengenalmu. Minta minum . . . kering betul tenggorokanku .. . aku baru meneguk beberapa tetes minumanku ketika engkau mengeluarkan(memanggil)ku . . .”

Dokter: “Apakah engkau mempengaruhi nyonya ini agar dia minum wiski demi kepentinganmu?”

Roh: “Nyonya? Aku minum untuk diriku sendiri dan nyonya ini tidak akan tersentuh apa pun. Maksudku, semuanya untuk diriku. Engkau tidak bisa berbuat banyak untuk berhari-hari sekarang ini.”

Dokter: “Engkau telah memasuki kehidupan nyonya ini. Tetapi ini bukan tubuhmu. Tidakkah engkau mengerti akan hal ini? Ini adalah tubuh seorang wanita.”

Roh: “Wanita?”

Dokter: “Benar, coba perhatikan gaunmu . . .”

Roh: “Aku tidak tahu, apa itu gaun. Tetapi aku adalah perempuan dari dulu hingga sekarang . . .”

Dokter: “Melalui wanita ini engkau memperoleh wiski. Mestinya engkau malu terhadap dirimu sendiri. Engkau tidak sekedar merendahkan dirimu sendiri, tetapi juga menguasai tubuh nyonya ini . . .”

Roh: “Mengapa aku mesti malu? Aku tidak melakukan apa-apa, kecuali sekedar minum wiski . . .”

Dokter: “Engkau berada di lingkungan asing. Engkau didatangkan kemari dan diberi kesempatan untuk menguasai(menggunakan) tubuh nyonya ini beberapa waktu lamanya. Sekedar engkau ketahui, engkau harus meninggalkan tubuhnya. Nama nyonya ini adalah Nyonya F. Apakah engkau mengenalnya?”

Roh: “Itu bukan namaku. Saya tidak lagi memakai namaku sejak lama dan aku merasakan itu sebagai sesuatu yang aneh dari waktu ke waktu. Aku merasa seba salah dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dulu ada di sekitarku . . .”

Dokter: “Mengapa tidak engkau cari sebabnya? Sesungguhnya engkau sudah meninggalkan jasad fisikmu . . .”

Roh: “Apa yang telah terjadi padaku?”

Dokter: “Engkau adalah roh yang tidak dapat kami lihat. Kami tidak bisa melihatmu.”

Roh: “Tidak bisa melihatku?”

Dokter: “Ya, aku tidak bisa melihatmu . . .”

Roh: “Tidak bisa melihatku? Aku adalah orang yang tinggi besar. Tetapi mengapa engkau tidak bisa melihatku? Barangkali engkau harus minum pula. Katakan, apa engkau akan memberiku gelas? Nah, kalau begitu kita akan menjadi kawan. Alangkah senangnya aku, jika engkau bisa memberiku sedikit wiski.”

Dokter: “Kalau begitu, kita akan baik-baik saja . . .”

Roh: “Tentu, jika engkau mau memberiku wiski pasti aku akan menyampaikan sesuatu yang ku sebutkan dalam wasiatku. Berilah aku sesuatu yang bisa ku minum dan kita akan menjadi kawan . . .”

Dokter: “Ah engkau buang waktu saja, yang ingin kami lakukan adalah engkau bisa mengerti keadaanmu. Engkau adalah roh yang tidak terlihat dan kini engkau masuk ke dalam tubuh seorang wanita . . .”

Roh(sambil mengamati tubuhnya): ”Cincin ini bukan milikku. Tetapi bagaimana mungkin orang lain bisa mengenakannya pada setan?”

Dokter: “Apa engkau kenal dengan kedua tangan ini?”

Roh: “Tidak . . . agaknya aku terlalu banyak minum. Tetapi aku memang merasa sedang mabuk. Terlalu banyak minum . . . sepertinya engkau bisa membuat orang menjadi buta dengan berbagai macam cara. Dan ini, barangkali juga seperti itu . . . rasanya aku baru minum sedikit wiski. Nah, sebaiknyaberikan kepadaku wiski lebih banyak, sehingga aku bisa melihatmu. Aku buta . . . beri aku sesuatu . . . jadilah orang baik. Beri aku segelas wiski saja. Nanti aku akan berbuat baik kepadamu. Mau?”

Seluruh percakapan di atas menegaskan bahwa jin tersebut sangat menyukai khamr. Dia masuk ke dalam tubuh nyonya tersebut dan memaksanya minum wiski, sekalipun nyonya itu sendiri tidak pernah meminumnya. Jin non-muslim dan setan sangat menyukai semua jenis khamr.

Kejahatan jin-jin perusak ini sudah sampai sedemikian rupa, sehingga salah satu diantara mereka menampakkan diri dalam wujud manusia bernama Siver Peres, yang dengan sombong mengatakan bahwa apa yang dikatakannya adalah pengalaman dari alam lain: “Tidak penting apakah dia laki-laki dan kafir. Yang penting adalah apa yang dilakukannya selama hidupnya. Datangkan kepadaku seseorang yang tidak bersujud kepada Tuhan, tetapi jujur, dan selalu membantu orang miskin, dan memberi makan anjing yang pincang, yakni orang yang hatinya penuh kasih sayang. Dia jelas lebih baik ketimbang orang-oarng yang mengaku memeluk agama tertentu.”

Berdasar itu maka apa yang diklaim oleh jin dan setan sebagai roh itu, tak lain hanyalah tipu-muslihat yang mereka lancarkan kepada orang dengan iman lemah.

ソース
Buku Dialog dengan Jin Muslim

Ada yang ingin Anda sampaikan? (minimal sertakan nama Anda)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s