Dimana Iblis Berdiam?

Iblis
Ilustrasi

Sebelumnya akan saya jelaskan tentang bagaimana wujud asli Iblis yang sebenarnya sangat berbeda dengan Jin. Bentuknya memang mirip Jin akan tetapi Allah memberikan kutukan kepadanya beserta keturunannya dengan rupa yang buruk, sekalipun dia masih bisa menjelma dalam bentuk yang lebih baik. Iblis mempunyai ekor yang sangat pendek, sekitar 4-6 cm atau lebih sedikit. Namun hanya Iblis dan anak cucunya saja yang  memiliki ekor seperti itu. Sedangkan bangsa Jin, mereka sama sekali tidak punya ekor, seperti yang biasa digambarkan oleh manusia selama ini. Ekor setan tidaklah sepanjang ekor kucing atau binatang lainnya, sebagaimana yang selama ini digambarkan oleh manusia. Dibandingkan dengan tinggi manusia, tinggi mereka sekitar satu lengan atau 140 hingga 160 cm. Akan tetapi, mereka bisa menjelmakan dirinya dalam bentuk yang lebih tinggi dan besar, sampai sepuluh meter.

Iblis memiliki rumah berupa istana. Istana tersebut sangat besar, dengan jutaan pelayan, pengawal, dan setan di dalamnya. Demikian pula dengan para penguasanya yang di tempatkan di berbagai kantor pemerintahan. Dia juga mempunyai singgasana yang berada diatas air, atau tepatnya di atas lautan.

Dalam sebuah riwayat tentang para pengikut Dzu Al-Qarnain yang diduga adalah seorang Macedonia. Disebutkan bahwa sekali waktu dalam perjalanan mereka, mereka sampai di suatu tempat dimana terdapat banyak air disekitarnya, dan tampaklah sebuah pulau dari kejauhan. Mereka melihat suatu umat yang berkepala anjing dengan taring yang menyelinap keluar dari mulut mereka, bagaikan nyala api. Para pengikut Dzu Al-Qarnain segera menghampiri dan mencoba menyerang mereka. Namun, dari kejauhan mereka melihat sinar yang sangat terang, dan ternyata itu adalah sebuah istana yang terbuat dari kristal. Dzu Al-Qarnain bermaksud menaklukkan mereka dan masuk ke dalam istana. Akan tetapi Bahram, sang filosof melarangnya dan memberitahu bahwa siapa saja yang masuk ke dalam istana itu pasti akan tertidur, lalu ditawan oleh orang-orang yang ada didalam istana itu, dan tidak akan bisa keluar lagi. Beberapa orang pernah masuk ke dalam istana yang isinya tidak diketahui siapapun itu. Mereka lalu tertidur, tanpa pernah bangun lagi.

Iblis memiliki banyak istana. Dia pindah dari satu istana ke istana yang lain untuk mengatur kerajaannya. Anak perempuannya yang paling tua juga mempunyai istana dan pengawal. Sedangkan anak laki-lakinya memiliki istana yang sangat besar seperti yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahan Iblis. Dari sanalah mereka mengendalikan seluruh aktivitas penyesatan mereka terhadap umat manusia, dalam rangka merealisasikan cita-cita Iblis yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka. Iblis memiliki markas besar di kedalaman samudra, seperti yang diisyaratkan Allah dalam firmanNya yang berbunyi,

مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠

“Dua lautan mengalir dan kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing (QS. Ar-Rahman: 19-20).

Itulah sebabnya markas besar Iblis terletak di Segitiga Bermuda. Baik bagi kalangan manusia maupun Jin, mereka adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap hilangnya pesawat dan kapal laut yang memasuki wilayah Segitiga Bermuda, khususnya ketika para pilot dan nakhodanya adalah orang non muslim yang tidak mempunyai benteng dalam menghadapi serangan setan. Kalaupun mereka selamat, itu sangat langka dan hanya merupakan pengecualian. Setan seringkali berpura-pura menjadi orang yang selamat itu, sekedar untuk membuat manusia lengah dari ancaman mereka. Terlebih lagi, ada diantara mereka yang menganggap bahwa kapal atau pesawat mereka tersedot angin puting beliung.

Sebenarnya peristiwa yang menimpa ekspedisi ke-19 (Flight 19: Bermuda Triangle Expedition), berikut ekspedisi selanjutnya yang telah berusaha membongkar adanya Segitiga Bermuda, bukanlah ekspedisi yang pertama kali mengalami nasib malang di tempat misterius itu. Memang kejadian ini sudah terjadi sejak lama sekali, sampai-sampai para nelayan takut memasuki wilayah tersebut. Orang yang meneliti tempat itu akan ditangkap, manakala dia berani memasuki wilayah tersebut tanpa izin. Terkadang izin tersebut bisa diperoleh dengan membakar kemenyan. Sebagian dari mereka melakukan jual-beli dengan Iblis dan mengatakan,

“Kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala marabahaya.”

Persis seperti yang dilakukan orang Jahiliyah saat mereka akan melalui padang pasir dan tempat yang tidak dihuni manusia. Ketika melalui wilayah itu, mereka perlu membawa ahli sihir yang mempunyai perjanjian dengan setan. Kalau tidak demikian, maka kemungkinan besar pesawat dan kapal tersebut berikut para penumpangnya akan ditangkap. Kadang-kadang mereka cukup menangkap para penumpangnya saja untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis atau untuk dijadikan korban kepada Iblis yang memang sangat gembira melihat kematian manusia, khususnya kalau diakhir hayatnya, mereka tidak berada dalam Islam atau agama nabi Muhammad SAW. Pengorbanan seperti itu umumnya dilaksanakan di hari besar Iblis. Sedangkan untuk kapal dan pesawat yang dirampas akan ditempatkan di suatu tempat dengan ditutupi oleh cahaya tertentu atau ribuan setan.


元|Dialog Dengan Jin Muslim

7 thoughts on “Dimana Iblis Berdiam?

Ada yang ingin Anda sampaikan? (minimal sertakan nama Anda)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s