Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

Istilah segitiga bermuda asal mulanya dimaksudkan sebagai nama untuk bulan ke tujuh penanggalan Mesir, yakni Naisan. Pada bulan ini petani menanam tebu dan memanen kurma. Istilah ini kemudian dipergunakan untuk menunjuk suatu segitiga imajinatif yang terletak di Samudra Atlantik. Segitiga Bermuda memiliki luas sekitar 770.000 Km2, dan terdiri dari gugusan pulau-pulau yang jumlahnya mencapai 350 pulau, serta terletak dalam susunan mirip untaian manik-manik. Beberapa teluk kecil yang merupakan ujungnya terletak seluruhnya di Samudra Atlantik, 930 Km dari daratan Amerika. Kepulauan ini dijajah Inggris sejak tahun 1684, yang kemudian diubah statusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Inggris Raya(protektorat). Bermuda memperoleh pemerintahan otonom untuk urusan dalam negeri sejak tahun 1968. Jumlah pulau yang dihuni tidak lebih dari 60 pulau.

Puncak segitiga imajinatif Bermuda di bagian utara terletak di Pulau Bermuda yang dengannya seluruh segitiga ini disebut. Sudut tenggaranya terletak di Poerterico yang merupakan markas militer Amerika Serikat. Penduduknya berbahasa Spanyol disamping bahasa Inggris yang merupakan bahasa resmi. Ibukotanya San Juan. Sudut barat lautnya terletak di Miami, Florida.

Puluhan pesawat dan kapal laut dinyatakan hilang di Segitiga Bermuda tanpa diketahui rimbanya sepanjang beberapa tahun. Sebagian besar pesawat yang hilang adalah pesawat kecil jenis tertentu. Kendati pesawat tersebut hilang dalam suatu kecelakaan, tetapi tidak hilang-jejak. Dalam kasus hilangnya pesawat tersebut terdapat indikator human error, kerusakan mesin, cuaca buruk, pilot, dan nakhoda yang kurang ahli. Sementara itu, lenyapnya pesawat kecil di suatu kawasan yang demikian luas adalah sesuatu sudah yang wajar saja. Dari rekaman hasil percakapan yang berhasil dilakukan sebelumnya, tetap terdapat hal-hal penting yang masih misterius. Kemudian diteliti tetapi dengann hasil yang tidak jelas.

Star Tiger
Star Tiger

Pesawat Star Tiger, tanpa sebab yang jelas dan tanpa mengirim sinyal apapun tiba-tiba lenyap pada 30 Januari 1948 dalam perjalanannya ke Bermuda dengan 31 orang penumpang. Kapten pesawat(pilot) telah memastikan bahwa sebentar lagi mereka akan mendarat secara wajar di tempat yang dituju. Sementara itu pada tanggal 28 Desember  1948, sebuah pesawat jenis DC-3 dengan 35 penumpang terbang dari Poerterico dan menginformasikan bahwa ia sedang berada pada jarak 80 Km(selatan Miami). Sesudah itu lenyap tak tentu rimbanya.

Star Areal
Star Areal

Pada tanggal 17 Januari 1949, pesawat Star Areal yang setipe dengan pesawat Star Tiger sedang menuju tempat berangkatnya semula di Bermuda. Kapten menginformasikan bahwa cuaca sangat bagus dan ia akan segera sampai di Jamaika sebentar lagi. Malangnya tujuan tersebut tidak tercapai, malah raib begitu saja. Barangkali yang lebih menarik daripada raibnya pesawat tersebut adalah justru selamatnya sebuah kapal laut tetapi sangat jauh menyimpang dari tujuannya semula.

Mary Silhouet, nama kapal laut tersebut ditemukan pada Bulan Desember 1972 sedang mengapung dalam keadaan kosong. Penumpangnya terdiri dari seorang pendeta dengan istri, dan seorang anaknya, berikut delapan awak kapal. Semuanya lenyap tanpa jejak. Kasus ini dipandang sebagai kasus yang paling banyak menarik perhatian, terutama karena kapal tersebut ditemukan tanpa perlengkapan komunikasi dan alat-alat penyelamat.  Rute yang ditempuhnya adalah New York-Jenewa. Posisi terakhir yang sempat ditangkap sebelum ia lenyap adalah 2 Km sebelah barat Pulau Azore. Tetapi ketika Mary Silhouet ditemukan, ia berada di Portugal bukan di sekitar Bermuda. Kendati terdapat banyak teori yang dikemukakan orang untuk menginterpretasikan kasus ini. Toh tidak ada seorangpun yang dapat membongkar misteri ini.

Kasus lain yang sempat dicatat adalah peristiwa yang dialami oleh  Kapal Carol Darling. Kapal ini mendekati pantai Carolina Utara Bulan Januari 1921 tanpa penumpang seorangpun kecuali dua ekor kucing. Sedangkan awak kapal tersebut meninggalnkan kapalnya begitu saja. Seluruh mesin kapal masih berfungsi dengan baik dan barang lainnya pun berada pada tempat yang semestinya. Hal yang sangat menarik dalam peristiwa ini adalah bahwa di kapal itu terdapat meja makan dengan sisa-sisa makanan yang belum diangkat. Tampaknya, sesuatu telah terjadi begitu tiba-tiba.

Yang lebih aneh dari itu adalah lenyapnya Kapal Houwitz pada waktu dan tempat yang sama. Pemerintah Amerika yakin selama beberapa bulan bahwa kedua kapal tersebut diserang para pembajak. Sebab, diperoleh tanda-tanda tentang adanya orang tak dikenal masuk ke dalam kapal tersebut. Pemerintah menyandarkan anggapannya pada informasi yang diberikan oleh kapal lain yang sempat melihat Carol Darling dan melihat adanya seseorang sengan kepala merah melambai-lambaikan tangan kepada mereka. Tidak diketahui dengan pasti apakah orang itu merupakan salah seorang awak kapal ataukah bukan. Para penumpang di kapal asing tersebut juga menginformasikan telah melihat kapal lain di dekat posisi Carol Darling. Tetapi kita tidak tahu pasti apakah kapal tersebut Houwitz atau bukan.

Ada yang ingin Anda sampaikan? (minimal sertakan nama Anda)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s