4 Hujan Meteor yang Pernah Terjadi di Dunia

Meteor

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

Sedangkan hujan meteor adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya. Berikut adalah 4 contoh hujan meteor :

Orionid

1. Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor Orionid muncul tiap tahun dan memuncak di sekitar tanggal 21 Oktober. Hujan meteor ini sangat jelas terlihat dan tampak sampai 20 meteor hijau dan kuning tiap jamnya. Orinoid adalah nama cahaya meteor yang berada dilangit ditempat titik mereka berasal. Komet meteor bisa dilihat di penjuru langit tapi garis pergerakan mereka akan selalu menunjuk ke arah cahaya. Cahaya meteor orinoid terletak di dekat konstelasi Orion dan hujan meteornya disebabkan oleh Komet Halley yang terkenal. Terakhir terlihat pada tahun 1986 yang orbitnya sekitar 75-76 tahunan.

Perseid

2. Hujan Meteor Perseid

Meteor Perseid adalah meteor yang mungkin bisa kita lihat paling jelas dan biasanya terlihat di belahan bumi bagian utara pada saat malam di musim panas yag hangat, terang, dan banyak. Perseid dikaitkan dengan komet Swift-Turtle yng menakjubkan. Meteor ini tampaknya berasal dari sebuah cahaya di rasi Perseus dan terjadi ketika bumi melewati aliran meteor yang dikenal dengan nama awan Perseid yang sebenarnya adalah residu dari ekor komet swift-tuttle. Sebagian besar debu dari awan Perseid berumur ribuan tahun, walaupun ada beberapa diantaranya adalah debu muda yang menguap dari komet pada tahun 1862. Hujan meteor Perseid telah diamati sekitar 200 tahun dan biasanya terlihat mulai pertengahan Juli dan memuncak pada tanggal 12 Agustus tiap tahunnya.

Geminid

3. Hujan Meteor Geminid

Meteor ini bukan seperti meteor lain yang lahir dari sebuah komet, melainkan mereka berasal dari sebuah asteroid, yaitu sebuah planetoid berbatu di dekat Bumi yg bernama Phaeton 3200. Pada umumnya asteroid tidak menghasilkan debu ke angkasa dan bahkan diperkirakan asteroid ini sebelumnya adalah sebuah komet. Orbit Phaeton berbentuk elips seperti komet dan membawanya ke dalam dekat matahari melebihi orbit merkurius.

Geminid pertama muncul 150 thn yg lalu, dan semenjak itu mereka menghujani bumi secara regular tiap tahun pada pertengahan desember. Mereka diperkirakan akan lebih banyak [ada tiap tahunnya dan hujan meteor baru2 ini telah terlihat lebih dari ratusan meteor menghiasi langit.

Quadrantid

4. Hujan Meteor Quadrantid

Karena kuatnya penampakan meteor ini, pada awal Januari hujan meteor ini secara sementara diidentifikasikan sebagai planet kecil yang dinamakan Planet 2003 EH1, kemungkinan juga diamati oleh astronom dari Cina, Jepang dan Korea semenjak setengah milenium lalu pada puncak penampakannya, hujan meteor ini akan bisa dilihat kurang dari 1 jam.

Ada yang ingin Anda sampaikan? (minimal sertakan nama Anda)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s